Senin, 12 Mei 2008

PILGUB- NTT (JADWAL??) TUNDA, TENDA atau TANDU ???

KETIKA PILGUB NTT (JADWAL) TUNDA,TENDA atau di TANDU
Bia kitasejenak cermati apa gerangan yang sedang terjadi dengan pilgub NTT periode 2008-2013, maka akan tampak kekirsuhan yang yang berpotensi kerusuhan.Semuanya tentu bukan tanpa sebab dan tanpa asl muasal.Biang potensi kerusuhan yang diduga keras bakal melanda pilgub yang konon telah dirancang rapi,kian hari kian memanas.Ada beberapa analisa yang dapat kita kemukakan disini terkait mandeknya proses pelaksanaan pilgub NTT (yang menganut asas demokrasi prosedural).Mungkinkah dmokrasi prosedural ini akan menjadi senjata makan tuan??.
PILGUB DI TANDU KE JAKARTA (KPU PUSAT).
Refleksi dari rendahnya kemampuan KPU NTT ( ? ) menterjemahkan/menjabarkan aturan pilkada/pilgub,bermuara pada terumbu/perangkap prosedur.Di era OTDA begitu yang sering kita sering dengar di dengung-dengungkan,daerah termasuk perangkat daerah harus mampu mengurus daerahnya (otonomi),diberikan kebebasan mengurus,namun dibalik tirai kebebasan yang sejatinya merupakan "kado reformasi" ini ,memendam sejuta perangkap (aturan makan aturan - prosedur makan prosedur).Setumpuk permasyalahan (termasuk masalah PILGUB) pun ,tak luput,di gendong pula (di tandu) ke pusat (jakarta).Namun apa yang terjadi, semuanya ini bukan mengarah pada solusi,tapi malah memanen selisih (perselisihan) antara di antara mereka-mereka yang berkepentingan. Pandangan logis/rasional akan mendakwa setiap langkah-langkah prosedural (kaca mata KPU).Logika hukum memang harus pijakan utama penyelesaian persengketaan pilgub ini,namun bila tidak ada (mergukan )maka HUKUM LOGIKA akan menjadi jawaban jitu atas masalah ini.KPU NTT tentunya memiliki wilayah kerja (ruang) dan waktu yang memungkinkan segala kekuasaan /haknya dapat terlaksana dan utamanya memiliki "LEGALITAS" tanpaintervensi pihak lain.Namun bila sebaliknya segalaermasyalahan di tanduke Jakarta (KPU PUSAT) maka inilah bencana/kesalahan pertama yang mungkin saja secara tidak sengaja di lakukan KPU NTT.Membawa permastalahan (dengan alasan konsultasi/konfirmasi) tampaknya masih terlalu sulit diterima akal sehat (karena alat- sarananya-cara lain yang lebh masuk di akal masih banyak).Yang jelas KPU NTT telah di beri kelengkapan untuk mengatasi atas segala kemungkinan terburuk.Namun apayang terjadi,permasyalahan itu di gendong/ditandu ke KPU PUSAT,Nasib para Cagub/Cawagub ditentukan di Jakarta.Kembali ke NTT (kantor KPU yang biasanya ramai dengan rapat-rapat) sunyi sepi,sedu sedan.Membawa permasayalahan ke Jakarata implikasi lainnya adalah: Mempreteli hak masyarakat (publik,media masa tertentu) NTT memantau proses pilgub (di wilayah hukum mereka).Bagaimana PANWAS bisa mengawasi apa yang terjadi di Jakarta (jakarta-misteri-lautan dan belantara kepentingan beradu).Dari mana Panwas mendapatkan data/informasi atas apa yang dilakukan KPU NTT Jakarta,dan bagai mana cara mengetahuinya???? (di lapor/melapor).
PILGUB di TENDA (di amankan):
Perbedaabn interpretasi antara (statement KPU NTT) di satu pihak dengan PANWAS di pihak lainnya membuat masa depan PILGUB NTT semakin runyam.Bila penundaan jadual hanya lebih ("bila kita tunda satu minggu SAYA PIKIR itu belumdi LUAR jadual itu," kata RatuKore -ketua KPU NTT). Ini jeas-jelas ada keberanian BERADU LOGIKA (....saya pikir...),dn inibaik adanya.Yang m,enjadi pertanyaan mengapa untuk hal-hal lain yang menjadi sumber konflik tidak juga "saya pikir??".Rasa-rasanya tidakada yang kwalat bila KPU NTT harus "ber logika-Rasional asal tidak RASIO NOL".
PILGUB NTT di TUNDA :
Yang berhak/berwenang menunda pelaksanaan/jadual adalah PRESIDEN atau MENDAGRI.Namun apayangterjadi????.Sekalilagi KPU NTT membuat BLUNDER dengan dikeluarkannya SK Penundaan Jadual Pilgub (SK dengan Nomor 351/A/KPU/NTT/V/2008 tentang PerubahanJadual Tahapan dan Program Pemilihan Umum Kepala daerah dan Wakil Kepal derah Propinsi NTT.Dihentikan sementara mulai terhitung daritanggal 6 Mei s/d 14 Mei 2008.Adakah kondisi yang dapat di interpretasikan (tidak sepihak) baik oleh penyelenggara-pengawas dan termasuk pula publik/rakyat atas apa yang menjadi alasan RASIONAL penundaa tersebut????.Ini PR (tanpa kunci jawaban)........(Bersambung.....)
Oleh MAX UMBU

Sabtu, 10 Mei 2008

MENDAFTAR JADI CAGUB/CAWAGUB BUKAN SEKADAR NTT
( Numpang Tenar Tok )

Plesetan Nusa Tenggara Timur dengan berbagai istilah,ada aroma Optimisme (NTT=Nanti Tuhan Tolong, Nanti Tuhan Tunggu, Nyata Tuhan Tolong), ada pula plesetan dengan nada pesimisme /ejekan (Nanti Tuhan Tampar, Nanti Tuhan Tolak) itu lah sebagian dari kotak katik katuk (ala Jawa). Nada-nada tersebut tentunya berniat baik (Introspeksi diri).Gambaran setumpuk kekesalan yang hanya bisa di muntahkan dalam bentuk kata-kata.Mengapa nasib mu enggan beranjak dari keterpurukan (miskin-papah dan terpuruk mendera disepanjang usia yang tak pernah usai).Risau memang....Kondisi ini akan semakin beraroma tidak sedap bila kita sandingkan dengan sikap prilaku para pelakon politik yang tak pernah luluh,melihat sikon NTT.Terkadang TEKAD bisa menjelma menjadi NEKAD (cara kasar atau halus).Terkadang pula perjudian politik di era demokratisasi ini cerlahnya masih menganga bagi para petualang po9litik,coba-coba siapa tahu setan tolak,coba-coba Nanti Tuhan Tolong,coba-coba Numpang Tenar Tok. Sesungguhnya ada sisilain dari sekedar kemampuang calon "MEMBACA PELUANG" atau "PELUANG MEMBACA "calon????.Bila kita membiarkan Peluang membaca kita (calon) maka akan ada langkah-langkah yang tetap mengedepankan ETIS-ETOS-ESTETIS.

Apapun itu,bila kita mau jujur untuk saat-saat ini dan beberapa tahun kedepan, posisi dan memposisikan diri/mengemban/memangku jabatan di bidang birokrasi apalagi kepala daerah (gubernur/bupati/wali kota)adalah tugas yang penuh dengan Tantangan,penuh jebakan/lubang/godaan,permasayalahan yang bertumpuk (BBM,Kemiskinan dll).Bicara Rasional maka sekali lagi Jujur, menjadi kepala daerah/kepala negara merupakan pilihan buruk/menantang maut.Hanya manusia terpanggil dengan talenta yang siap berkorban dan berkurbanlah yang mau memilih jalan ini.Ungkapan lebih kasar saya sebut "manusia "Gila".Gila kreativitas.inovasi,berani berkorban (tentu dengan bekal kemampuan ilmu dan pengetahuan serta talenta) yang secara SADAR ia miliki. Masa-masa kedepan merupakan masa yang GANAS yang siap meluluh lantakkan segala sendi kehidupan umat manusia tanpa pandang bulu.Sudah tentu pimpinan/kepala daerah memimpin di depan (panglima) memerangi kemiskinan dan kemelaratan (bukan disamping/di belakang saja) bertindak sebagai aktor intelektual di balik perubahan peradaban.Inilah yang namanya pemimpin yang ber-ADAB (boleh disebut ber-ADAT) dan bukan BI ADAB (BI ADAT) yang mengorbankan rakyat jelata (rakyat jelata melata di bumi melati??)


(bersambung..........)

Rabu, 07 Mei 2008

Mendaftar jadi CAGUB/CAWAGUB jangan sekadar NTT (Numpang Tenar Tok)

MENDAFTAR JADI CAGUB/CAWAGUB BUKAN SEKADAR NTT
( Numpang Tenar Tok )

Plesetan Nusa Tenggara Timur dengan berbagai istilah,ada aroma Optimisme (NTT=Nanti Tuhan Tolong, Nanti Tuhan Tunggu, Nyata Tuhan Tolong), ada pula plesetan dengan nada pesimisme /ejekan (Nanti Tuhan Tampar, Nanti Tuhan Tolak) itu lah sebagian dari kotak katik katuk (ala Jawa). Nada-nada tersebut tentunya berniat baik (Introspeksi diri).Gambaran setumpuk kekesalan yang hanya bisa di muntahkan dalam bentuk kata-kata.Mengapa nasib mu enggan beranjak dari keterpurukan (miskin-papah dan terpuruk mendera disepanjang usia yang tak pernah usai).Rasau memang....Kondisi ini akan semakin beraroma tidak sedap bila kita sandingkan dengan sikap prilaku para pelakon politik yang tak pernah luluh,melihan sikon NTT.Terkadang TEKAD bisa menjelma menjadi NEKAD (cara kasar atau halus).Terkadang pula perjudian politik di era demokratisasi ini cerlahnya masih menganga bagi para petualang po9litik,coba-coba siapa tahu setan tolak,coba-coba Nanti Tuhan Tolong,coba-coba Numpang Tenar Tok. Sesungguhnya ada sisilain dari sekedar kemampuang calon "MEMBACA PELUANG" atau "PELUANG MEMBACA "calon????.Bila kita membiarkan Peluang membaca kita (calon) maka akan ada langkah-langkah yang tetap mengedepoankan ETIS-ETOS-ESTETIS (bersambung..........)
Hari Ini, KPU Umumkan Calon KUPANG, PK -- Sesuai dengan jadwal, Senin (5/5/2008) hari ini, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Propinsi NTT mengumumkan calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTT yang sudah ditetapkan sebelumnya dalam rapat pleno. Pengumuman disampaikan kepada pasangan calon, media massa dan tokoh masyarakat yang diundang.Anggota KPU NTT, John Depa, John Lalongkoe dan Hans Ch. Louk, mengatakan hal ini dalam jumpa pers di Sekretariat KPU, Sabtu (2/5/2008). Jumpa pers itu diadakan untuk menjelaskan tentang sikap KPU NTT terhadap aksi demonstrasi beberapa kelompok masyarakat.Ketiganya enggan membeberkan proses verifikasi yang sudah dilakukan selama berada di Jakarta. "Semuanya akan kami sampaikan pada hari Senin setelah kami melakukan rapat pleno," kata John Lalongkoe.John Depa mengatakan, setelah pengumuman, keesokan harinya, Selasa (6/5/2008), pasangan calon yang ditetapkan akan diundang untuk mengikuti pengundian nomor urut calon.Sebagaimana diketahui, ada delapan pasangan yang mendaftar ke KPU NTT dan mengikuti verifikasi tahap akhir. Kedelapan pasangan bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur itu adalah Ibrahim A Medah - Paulus Moa (paket Tulus), Frans Lebu Raya-Esthon Foenay (Fren), Gaspar Parang Ehok - Julius Bobo (Gaul), Benny K Harman-Alfred Kase (Harkat). Empat paket lainnya adalah Alfons Loemau-Frans Salesman (Amsal), Jonathan Nubatonis-Valens Sili Tupen (Talenta), Richard Riwu- Martha Pengko (Camar) dan Amos Neolaka-Apolos Djara Boenga (Aman).Pasal 59 ayat 2 UU No. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah menyatakan, partai politik atau gabungan partai politik dapat mendaftarkan pasangan calon apabila memenuhi persyaratan perolehan sekurang-kurangnya 15 persen dari jumlah kursi DPRD atau 15 persen dari akumulasi perolehan suara sah dalam pemilu anggota Dewan di daerah yang bersangkutan.Dengan merujuk pada aturan ini, paket yang dipastikan lolos adalah Tulus yang diusung Golkar karena memiliki 21 kursi dan Fren yang diusung PDIP yang memiliki 12 kursi di DPRD NTT (15 persen dari 55 kursi DPRD = 9 kursi). Ada tiga paket yang kemungkinan kecil lolos karena belum mencapai 15 persen. Ketiga paket itu adalah Talenta, Aman dan Camar. Sementara tiga paket lainnya yang statusnya belum aman adalah Gaul, Harkat dan Amsal. Belum aman karena mendapat dukungan dari beberapa parpol yang sama.Paket Gaul diusung Koalisi Abdi Flobamora yang terdiri dari PKB (4), PKPI (2), Pelopor (2), PNBK (1) dan PPDI (4). Paket Harkat diusung Koalisi NTT Bangkit, terdiri dari PPDI (4), PPDK (1), PPP (1), PPD (1), Partai Demokrat (2) dan PKB (4). Sedangkan paket Amsal didukung Koalisi Pembangunan dan Sejahtera, terdiri dari PDS, Pelopor, PKPB, PKS, PNUI, PBB, PBR, PIB dan PSI berdasarkan persentase suara. Ada tiga parpol yang 'bermasalah' karena mendukung lebih dari 1 paket. Ketiga parpol itu adalah PPDI, PKB, dan Pelopor. Informasi tentang paket mana saja yang ditetapkan KPU, sampai tadi malam masih simpang siur. Ada beberapa versi yang direkam Pos Kupang. Versi pertama hanya ada dua paket yaitu Tulus dan Fren. Alasannya karena paket lainnya 'bermasalah'. Versi kedua, lebih dari dua paket. "Dari data yang ada di KPU NTT, sudah pasti bukan dua paket," kata sumber di KPU NTT tanpa menjelaskan paket yang dimaksud.Menjelang pengumuman hari ini, Sekretariat KPU NTT tampak lengang. Tidak ada aktivitas rapat pleno penetapan calon oleh anggota KPU kemarin. Dari pemantauan Pos Kupang di Sekretariat KPU NTT hingga pukul 19.00 Wita, suasana tampak sepi. Ruang kerja masing-masing anggota KPU tertutup. Lampu tidak menyala. Demikian juga ruang rapat yang biasa dilakukan anggota KPU, kain jendela tertutup rapat dan lampunya padam. Yang terlihat hanyalah beberapa staf sekretariat dan petugas keamanan.Seorang staf sekretariat mengatakan, anggota KPU sedang berada di luar sekretariat. Ia enggan menjelaskan bahwa anggota sedang menggelar rapat pleno. (dar/aca
Tulus, Fren dan Gaul LoloKUPANG, PK -- Tiga pasangan calon Gubernur-Wakil Gubernur NTT, yakni Drs. Ibrahim Agustinus Medah-Drs. Paulus Moa (Paket Tulus), Drs. Frans Lebu Raya-Ir. Esthon Foenay (Paket Fren) dan Drs. Gaspar Parang Ehok- Julius Bobo, SE (Paket Gaul), dinyatakan lolos verifikasi tahap kedua oleh KPU NTT, Senin (5/5/2008). Ketiga paket ini dinyatakan sah untuk dipilih pada hari H Pilgub NTT, 2 Juni 2008.Ketiga paket tersebut ditetapkan dengan surat keputusan KPU NTT Nomor 31/B/BA/KPU NTT/2008 tentang penetapan nama-nama pasangan calon yang memenuhi syarat sebagai peserta pemilihan umum Gubernur dan Wakil Gubernur NTT tahun 2008.Ketua KPU Propinsi NTT, Robinson Ratu Koreh menegaskan bahwa keputusan KPU itu setelah mencermati seluruh berkas pasangan calon pada tahapan verifikasi terakhir.Ketiganya paket tersebut dinyatakan sah karena didaftarkan oleh Parpol atau gabungan Parpol yang memenuhi persyaratan 15 persen dari jumlah kursi DPRD NTT atau 15 persen dari akumulasi perolehan suara sah dalam Pemilu Legislatif tahun 2004.Saat mengumumkan keputusan KPU NTT ini, Roby Ratukore didampingi tiga anggota KPU, John Depa, Hans Louk dan John Lalongkoe. Sedangkan anggota KPU NTT, Yos Dasi Djawa tidak hadir. Penyampaian hasil rapat pleno KPU itu juga dihadiri Ketua Panwas Pilgub NTT, Drs. Djidon de Haan, M.Si.Ratukore mengatakan, keputusan menetapkan tiga paket sudah melalui pembahasan yang intens dan sesuai dengan aturan yang berlaku.Hans Louk menambahkan, Paket Gaul dinyatakan lolos sebagai calon karena setelah dilakukan verifikasi dukungan dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Pelopor, Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), Partai Nasional Banteng Kemerdekaan (PNBK) dinyatakan sah. Sedangkan dukungan Partai Penegak Demokrasi Indonesia (PPDI) dinyatakan tidak sah.Paket Tulus dan Fren seperti sudah diprediksi sebelumnya ditetapkan menjadi calon karena didukung oleh Partai Golkar dan PDIP yang langsung memenuhi syarat pengajuan calon 15 persen.Sedangkan lima paket lainnya, sebagaimana dijelaskan Hans Louk, tidak ditetapkan sebagai calon karena tidak memenuhi syarat 15 persen pengajuan calon. Kelima paket dimaksud adalah, Benny K. Harman-Alfred Kase (Harkat), Alfons Loemau-Frans Salesman (Amsal), Jonathan Nubatonis-Valens Sili Tupen (Talenta), Richard Riwu-Martha Pengko (Camar) dan Amos Neolaka-Apolos Djara Boenga (Aman).Tentang ketidakhadiran Yos Dasi Djawa, Ratukore mengatakan, yang bersangkutan tidak hadir tanpa keterangan. Ia mengakui bahwa Yos Dasi Djawa tidak menandatangani hasil rapat pleno KPU NTT.Informasi yang dihimpun Pos Kupang, di kalangan anggota KPU NTT terjadi polarisasi. Dua anggota mendukung Paket Tulus, dua anggota lainnya mendukung Gaul dan satu anggota mendukung Paket Fren. Ketidakhadiran Jos Dasi diduga imbas dari polarisasi dalam penetapan calon.Penetapan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTT langsung ditanggapi aksi protes dari pendukung Paket Harkat dan Amsal.Seperti disaksikan Pos Kupang, kubu Paket Harkat dalam dialog dengan keempat anggota KPU NTT, mengklaim PKB sah pada paket ini. Mereka juga mempersoalkan keabsahan PKPI sebagai salah satu partai yang mengikuti hajatan pemilihan gubernur dan wakil gubernur padahal partai ini tidak mendaftar pada masa pendaftaran (8-14/4/2008).Sementara pendukung Amsal yang melakukan aksi protes hingga malam hari, mempersoalkan keputusan KPU NTT mengakomodir dokumen yang diserahkan Parpol di atas tanggal 28 April, hari terakhir penyerahan berkas.KPU ternyata menerima dokumen lainnya di luar dari jadwal yang ditetapkan. Ada yang memasukkan berkas di atas tanggal 28 April. Padahal mereka menyatakan penyerahan berkas terahir pada tanggal 28 April," kata Gabriel Suku Kotan, SH, juru bicara Paket Amsal.Dalam dialog dengan KPU, simpatisan Paket Amsal meminta KPU menggelar pleno ulang penetapan paket calon. Paket Amsal juga meminta KPU Pusat untuk mengambialih pelaksanaan Pilgub NTT karena KPU NTT sudah tidak independen.Terhadap tuntutan tersebut, Robison mengatakan bahwa KPU akan memberi jawaban tertulis terhadap persoalan yang diangkat Paket Harkat. (dar/aca)Gaul Optimis MenangPASANGAN calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTT yang diusung Koalisi Abdi Flobamora, Drs. Gaspar Parang Ehok dan Yulius Bobo, SE menyatakan maju ke arena Pilgub NTT dengan optimisme untuk meraih kemenangan.Demikian penegasan Gaspar Parang Ehok (Cagub) dan Yulius Bobo di Sekretariat Gaul Center, Senin ( 5/5/2008) siang, usai KPUD NTT menetapkan Paket Gaul, Paket Tulus (Ibrahim Agustinus Medah-Paulus Moa) dan Paket Fren (Frans Lebu Raya-Esthon Foenay) sebagai paket calon tetap yang akan maju ke arena Pilgub NTT.Keputusan KPUD NTT tersebut, kata Gaspar Ehok, disambut gembira karena perjuangan yang dilakukan selama dua tahun dengan menyiapkan waktu serta mempersiapkan diri ikut bertarung dalam Pilgub NTT periode 2008-2013, akhirnya membuahkan hasil.Dia mengatakan, apabila terpilih sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur NTT lima tahun ke depan, maka mereka akan mewudujkan NTT yang baru, maju, sejahtera, adil, serta bebas dari berbagai kasus KKN."NTT baru yang kita maksudkan adalah NTT yang bebas dari berbagai persoalan yang kita hadapi selama ini, seperti bebas dari masalah kemiskinan, gizi buruk, keterbelakangan dan korupsi ," tegas Gaspar Ehok diamini Yulius Bobo.Apabila semua masyarakat NTT menginginkan NTT maju, demikian Gaspar Ehok yang juga mantan Bupati Manggarai itu, maka yang perlu terlebih dahulu ditata adalah perangkat pelaksana yang berfungsi sebagai instrumen untuk mengubah NTT, yaitu birokrasi. "Birokrasi harus ditata karena di dalam birokrasi kita akan bergulat dengan sumber daya manusia (SDM) NTT. Dengan bertolak dari situ kita akan lebih mudah menata berbagai sektor lainnya seperti sektor ekonomi yang selama ini tidak diberikan peluang untuk berkembang semestinya. Jadi impian kami untuk mewujudkan NTT baru bukan impian kosong," tandasnya. Dalam kesempatan itu Yulius Bobo (calon Wagub NTT) mengatakan, dirinya maju untuk mendampingi Gaspar Ehok, bukan karena adanya deal politik melainkan karena kebersamaan untuk membangun NTT yang baru. "Saya berbangga karena orang swasta yang maju dalam Pilgub NTT hanya ada pada Paket Gaul. Jadi kami maju bukan karena ada deal politik tetapi untuk kebersamaan," tegas Yulius Bobo.Ketua Koalisi Abdi Flobamora, John Dekresano menegaskan, pimpinan partai di tingkat pusat dari enam partai yang mengusung paket ini, yakni PKB, PPDI, Pelopor, PKPI dan PNBK, akan menjadi juru kampanye (Jurkam) Paket Gaul. Menurutnya, kehadiran pimpinan lima parpol ini merupakan dukungan moril yang luar biasa bagi Paket Gaul dan seluruh massa pendukungnya.Ketua Dewan Tanfidz DPW PKB NTT, Drs. Daniel Hurek mengharapkan pengurus lima partai pendukung ini dari tingkat propinsi hingga ke anak ranting merapatkan barisan guna memenangkan paket ini. Ia menegaskan, konsolidasi ini mutlak dan mendesak untuk dilakukan setelah KPU NTT menetapkan Paket Gaul menjadi calon gubernur dan wakil gubernur. (ben/dar/advertorial)
Cagub-Cawagub NTT 2008-2013----------------------------------------------------------------------Paket Parpol Pengusung Suara (Kursi) ----------------------------------------------------------------------Tulus Golkar 722.446 (21) -----------------------------------------------------------------------Fren PDIP 392.747 (12) -----------------------------------------------------------------------Gaul PKB 166.788 (4) Pelopor 68.323 (2)PNBK 35.242 (1)PKPI 86.962 (2)-----------------------------------------------------------------------* Sumber: Penetapan KPU NTT, Senin (5/5/2008).

Selasa, 29 April 2008

BILA TIDAK BIJAK ,KPUD NTT BERPOTENSI MASALAH

BILA TIDAK BIJAK, KPUD NTT BERPOTENSI MASALAH??

Mencermanti ketatnya persaingan antara kubu Beny Harman dengan Kubu Gaspar Ehok dalam merayu PKB maka tampak kedua kubu sedang menggendong masalah ke pangkuan KPUD NTT.Permasyalahan dan konflik yang sedang mendera PKB di tingkat elit sudah menjalar dan menjulurkan potensi masalah sampai ke daerah.Pinangan dan klaim kedua kubu terhadap cinta PKB yang notabene sedang bermasyalah cukup merisaukan kita semua.Bagaimana tidak bila segudang masalah yang sudah menghadang kembali ditambah dengan ruwetnya pertengkaran elit PKB akan berujud masalah nantinya?.Langkah cerdas dan bijak KPUD NTT tentunya tidak kalah pentingnya.Tapi sejauh ini tampaknya saran itu sudah ditepis habis tanpa sempat di tapis,baik buruknya. Bila peraturan belum bisa mmberikan jawaban tuntas terhadap permasyalahan ini ,maka sebaiknya ke dua paket di ajak untuk bersandar pada logika atau rasionalitas.Apapun itu saat ni rakyat sedang menyaksikan pertarungan adu gengsi ini. Mungkinkah adu otak dan adu ngotot ini yang akan bermuara pada adu otot?(lapisan akar rumput??).

Bagaimanapun kita turut bertanggung jawab agar perpolitikan NTT makin hari makin bertumbuh,berkelas dan berkasta.Rakyat sesungguhnya tahu dan punya persepsi tersendiri atas apa yang di parodikan para aktor-aktor demokrasi ini,dan rakyat saat ini sesungguhnya telah yakin "LONCENG PENGHAKIMAN ADA DITANGAN MEREKA".Bunyi lonceng ini akan menentukan : Nasib segera mulai atau Nasib telah dan harus berakhir. Pilu memang bagai mana kondisi ekonomi NTT yang tergolong masih merayap,disisi lain unjuk kebiasaan (masih belum unjuk kebisaan ) dengan durasi tinggi tettap menyita ruang dan per hatian publik untuk untuk menjadi figuran dari akting figur-figur demokrasi ini. Apapun itu kita tetap berharap dan senantiasa mengharapkan masih ada seutas nilai demokrasi yang menjadi pengikat antara figur dan figuran.KPUD harus bijak, membujuk sehingga tidak ada yang merasa di bajak hak dan cita-citanya.

Jumat, 18 April 2008

WANGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGG

WANG POLITIK_POLITIK WANG-WONG_WONG_WONG
WANG POLITIK_POLITIK WANG-WONG_WONG_WONG POLITIK WANG-WANG POLITIK di antara WONG POLITIK-POLITIK WANG-WANG POLITIK di antara WONG POLITIK-POLITIK WONG, TABU atau BUTA ???? Wang/Uang, sudah merupakan NADA dan DANA yang menjadi "SAKTI" bagi siapa saja yang memiliki dan menguasainya dalam untuk dipergunakan sebagai alat serta cara/modus mencapai HASRAT,keinginan dan tujuan entah dengan maksud baik atau pun tidak.WANG sungguh telah menjadi penguasa yang bebas dan dibebaskan secara sengaja untuk dapat bermain tanpa penghalang "RUANG/WAKTU". Setahu kita hanya Tuhanlah yang memiliki kemampuan pengendalian dan berdiri di atas RUANG dan WAKTU.Kediddayaan WANG tersebut tidak lepas kerena peran manusia itu juga sendiri,artinya sesungguhnya Wang itu harus bisa dikendalilakan agar tidak menjadi kendala.Wang harus tepat RUANG (ruang Politik misalnya) dan WAKTU dalam manfaatnya.Uang sebagai alat tukar dan takar (universal) diantara manusia/WONG sudah terlalu jauh memasuki ruang Publik, ruang politik, ruang ekonomi, ruang budaya dan bahkan ruang Spiritualitas, semuanya dengan tujuan untuk "MEMUDAHKAN". Wang duduk bagi para Wong anggota DPR duduk membahas RUU dan UU guna memuluskan maksud dari pemberi order (pemerintahmisalnya??). Kurang Wang maka RUU dan UU akan memiliki USIA pendek (UU sampah/masuk kantong sampah-UU jomblo) . Politik WANG juga masuk merangsek sampai kebidang-bidang lainnya seperti di pilkada/pilgub/pilbup,bagaimana para petualang-petualang politik yang sudah SEDARI JAUH HARI berpuasa menanti mangsa menantikan masa pilkada, peluang ini tidak mereka biarkan berlalu begitu saja. Berbagai jurus jitu,menjebak, bahkan ada yang sampai menggunakan jurus kepepet "tipu". Bagi para kandidat PEMANGSA DAN PENIKMAT KEKUASAAN,mata mereka buta dan ini dianggap tabu.Mereka happy-heppy saja,menikmata pola alur permainan (game) sambil siap-siap juga memuntahkan jurus tipu-tipu. Artinya terlalu amat sedikit figur yang boleh dikatakan bermain "BERSIH".Yang jelas figur sepert ini akan mendapat perlawanan dan cemoohan pedas dari para politikus rakus dan kanibal."Tidak ada yang gratis" begitu kalimat yang serimh terlontas dari mulut-mulut politikus kerdil/jadi-jadian tersebut.Investor/Funder, cilakanya saaat ini sudah mengarahkan perhatiannya ke LADANG empuk dan nikmat ini.Mereka betul-betul tahu dan faham bagai mana TABIAT para politikus yang telah sekian lama nganggur.Bak setetes air ditengah padang pasir, dahaga politik mereka terobati, birahi politikpun bangkit hampi-hampir tak ter urus dan terkendali lagi.Merekapun menabur duit,rayuan wang dan kenikmatan berkuasa dengan sekali ayun,sekali kedip,sekali banting,sekali bicara ....dengan wang.....semuanya bisa.Itulah BISA /racun uang. Racun/bisa wang hanya satu yang mampu menandinginya ....."RACUN ASMARA/racun cinta".Dan ini akan semakin menggila bila keduanya bermesraanmenadisatu bentuk cinta baru....."CINTA UANG".Kita tidak dilarang memiliki uang dan memnguasainya ,namun bila sudah cinta uang,maka itulah SORGA yang di bayar di muka (SORGA DOWN PAY MENT).Yang kita rindukan/rakyat juga rindukan SORGA DONT PAY MENT.Ada beberapa modus lain lagi bagai mana para calon figur kelapa daerah yang siap-siap masuk TERUMBU para investor.MENJAMINKAN APD kabupaten/Propinsi bila nanti dia menang,dan untuk itu bs siap menandatangani MOU/MOA.Ini yang dinamakan odus gadaian/menggadaikan daerah/masa depan daerah/rakyat dan bangsa.Ini bahaya...!!. Marilah kita segera siuman dari poensi yang merusak dan merasuksendi-sendi pembangunan bangsa kita Oleh :MAX UMBU02:29:00oleh TEKNOLOG

WANG POLITIK_POLITIK WANG-WONG_WONG_WONG


POLITIK WANG-WANG POLITIK di antara WONG POLITIK-
POLITIK WANG-WANG POLITIK di antara WONG POLITIK-POLITIK WONG, TABU atau BUTA ????
Wang/Uang, sudah merupakan NADA dan DANA yang menjadi "SAKTI" bagi siapa saja yang memiliki dan menguasainya dalam untuk dipergunakan sebagai alat serta cara/modus mencapai HASRAT,keinginan dan tujuan entah dengan maksud baik atau pun tidak.WANG sungguh telah menjadi penguasa yang bebas dan dibebaskan secara sengaja untuk dapat bermain tanpa penghalang "RUANG/WAKTU". Setahu kita hanya Tuhanlah yang memiliki kemampuan pengendalian dan berdiri di atas RUANG dan WAKTU.Kediddayaan WANG tersebut tidak lepas kerena peran manusia itu juga sendiri,artinya sesungguhnya Wang itu harus bisa dikendalilakan agar tidak menjadi kendala.Wang harus tepat RUANG (ruang Politik misalnya) dan WAKTU dalam manfaatnya.Uang sebagai alat tukar dan takar (universal) diantara manusia/WONG sudah terlalu jauh memasuki ruang Publik, ruang politik, ruang ekonomi, ruang budaya dan bahkan ruang Spiritualitas, semuanya dengan tujuan untuk "MEMUDAHKAN". Wang duduk bagi para Wong anggota DPR duduk membahas RUU dan UU guna memuluskan maksud dari pemberi order (pemerintahmisalnya??). Kurang Wang maka RUU dan UU akan memiliki USIA pendek (UU sampah/masuk kantong sampah-UU jomblo) . Politik WANG juga masuk merangsek sampai kebidang-bidang lainnya seperti di pilkada/pilgub/pilbup,bagaimana para petualang-petualang politik yang sudah SEDARI JAUH HARI berpuasa menanti mangsa menantikan masa pilkada, peluang ini tidak mereka biarkan berlalu begitu saja. Berbagai jurus jitu,menjebak, bahkan ada yang sampai menggunakan jurus kepepet "tipu". Bagi para kandidat PEMANGSA DAN PENIKMAT KEKUASAAN,mata mereka buta dan ini dianggap tabu.Mereka happy-heppy saja,menikmata pola alur permainan (game) sambil siap-siap juga memuntahkan jurus tipu-tipu. Artinya terlalu amat sedikit figur yang boleh dikatakan bermain "BERSIH".Yang jelas figur sepert ini akan mendapat perlawanan dan cemoohan pedas dari para politikus rakus dan kanibal."Tidak ada yang gratis" begitu kalimat yang serimh terlontas dari mulut-mulut politikus kerdil/jadi-jadian tersebut.Investor/Funder, cilakanya saaat ini sudah mengarahkan perhatiannya ke LADANG empuk dan nikmat ini.Mereka betul-betul tahu dan faham bagai mana TABIAT para politikus yang telah sekian lama nganggur.Bak setetes air ditengah padang pasir, dahaga politik mereka terobati, birahi politikpun bangkit hampi-hampir tak ter urus dan terkendali lagi.Merekapun menabur duit,rayuan wang dan kenikmatan berkuasa dengan sekali ayun,sekali kedip,sekali banting,sekali bicara ....dengan wang.....semuanya bisa.Itulah BISA /racun uang. Racun/bisa wang hanya satu yang mampu menandinginya ....."RACUN ASMARA/racun cinta".Dan ini akan semakin menggila bila keduanya bermesraanmenadisatu bentuk cinta baru....."CINTA UANG".Kita tidak dilarang memiliki uang dan memnguasainya ,namun bila sudah cinta uang,maka itulah SORGA yang di bayar di muka (SORGA DOWN PAY MENT).Yang kita rindukan/rakyat juga rindukan SORGA DONT PAY MENT.Ada beberapa modus lain lagi bagai mana para calon figur kelapa daerah yang siap-siap masuk TERUMBU para investor.MENJAMINKAN APD kabupaten/Propinsi bila nanti dia menang,dan untuk itu bs siap menandatangani MOU/MOA.Ini yang dinamakan odus gadaian/menggadaikan daerah/masa depan daerah/rakyat dan bangsa.Ini bahaya...!!. Marilah kita segera siuman dari poensi yang merusak dan merasuksendi-sendi pembangunan bangsa kita Oleh :MAX UMBU

02:29:00
oleh TEKNOLOG

POLITIK WANG-WANG POLITIK di antara WONG POLITIK-POLITIK WONG, TABU atau BUTA ????

Wang/Uang, sudah merupakan NADA dan DANA yang menjadi "SAKTI" bagi siapa saja yang memiliki dan menguasainya dalam untuk dipergunakan sebagai alat serta cara/modus mencapai HASRAT,keinginan dan tujuan entah dengan maksud baik atau pun tidak.WANG sungguh telah menjadi penguasa yang bebas dan dibebaskan secara sengaja untuk dapat bermain tanpa penghalang "RUANG/WAKTU". Setahu kita hanya Tuhanlah yang memiliki kemampuan pengendalian dan berdiri di atas RUANG dan WAKTU.Kediddayaan WANG tersebut tidak lepas kerena peran manusia itu juga sendiri,artinya sesungguhnya Wang itu harus bisa dikendalilakan agar tidak menjadi kendala.Wang harus tepat RUANG (ruang Politik misalnya) dan WAKTU dalam manfaatnya.

Uang sebagai alat tukar dan takar (universal) diantara manusia/WONG sudah terlalu jauh memasuki ruang Publik, ruang politik, ruang ekonomi, ruang budaya dan bahkan ruang Spiritualitas, semuanya dengan tujuan untuk "MEMUDAHKAN". Wang duduk bagi para Wong anggota DPR duduk membahas RUU dan UU guna memuluskan maksud dari pemberi order (pemerintahmisalnya??). Kurang Wang maka RUU dan UU akan memiliki USIA pendek (UU sampah/masuk kantong sampah-UU jomblo) . Politik WANG juga masuk merangsek sampai kebidang-bidang lainnya seperti di pilkada/pilgub/pilbup,bagaimana para petualang-petualang politik yang sudah SEDARI JAUH HARI berpuasa menanti mangsa menantikan masa pilkada, peluang ini tidak mereka biarkan berlalu begitu saja. Berbagai jurus jitu,menjebak, bahkan ada yang sampai menggunakan jurus kepepet "tipu". Bagi para kandidat PEMANGSA DAN PENIKMAT KEKUASAAN,mata mereka buta dan ini dianggap tabu.Mereka happy-heppy saja,menikmata pola alur permainan (game) sambil siap-siap juga memuntahkan jurus tipu-tipu. Artinya terlalu amat sedikit figur yang boleh dikatakan bermain "BERSIH".Yang jelas figur sepert ini akan mendapat perlawanan dan cemoohan pedas dari para politikus rakus dan kanibal.
"Tidak ada yang gratis" begitu kalimat yang serimh terlontas dari mulut-mulut politikus kerdil/jadi-jadian tersebut.

Investor/Funder, cilakanya saaat ini sudah mengarahkan perhatiannya ke LADANG empuk dan nikmat ini.Mereka betul-betul tahu dan faham bagai mana TABIAT para politikus yang telah sekian lama nganggur.Bak setetes air ditengah padang pasir, dahaga politik mereka terobati, birahi politikpun bangkit hampi-hampir tak ter urus dan terkendali lagi.Merekapun menabur duit,rayuan wang dan kenikmatan berkuasa dengan sekali ayun,sekali kedip,sekali banting,sekali bicara ....dengan wang.....semuanya bisa.Itulah BISA /racun uang. Racun/bisa wang hanya satu yang mampu menandinginya ....."RACUN ASMARA/racun cinta".Dan ini akan semakin menggila bila keduanya bermesraanmenadisatu bentuk cinta baru....."CINTA UANG".Kita tidak dilarang memiliki uang dan memnguasainya ,namun bila sudah cinta uang,maka itulah SORGA yang di bayar di muka (SORGA DOWN PAY MENT).Yang kita rindukan/rakyat juga rindukan SORGA DONT PAY MENT.

Ada beberapa modus lain lagi bagai mana para calon figur kelapa daerah yang siap-siap masuk TERUMBU para investor.MENJAMINKAN APD kabupaten/Propinsi bila nanti dia menang,dan untuk itu bs siap menandatangani MOU/MOA.Ini yang dinamakan odus gadaian/menggadaikan daerah/masa depan daerah/rakyat dan bangsa.Ini bahaya...!!. Marilah kita segera siuman dari poensi yang merusak dan merasuksendi-sendi pembangunan bangsa kita


Oleh :
MAX UMBU