Di tengah derasnya arus reformasi dan pelaksanaan otonomi daerah (kabupaten) di Indonesai, membawa dampak pada melemahnya pengaruh pusat atas dominasi para pemimpinan daerah (Bupati dan Wali Kota). Gubernur sebagai wakil pemerintah pusat di daerah ( status-kontroversial) dari hari ke hari semakin tergerus kekuasaan dan kewibawaannya. Apa yg menarik, perebutan kursi orang nomor satu itu (gubernur) tetap tdk surut dan bahkan malah semakin sengit. Segala upaya, tenaga, cara, kekuatan relasi dan tentu kekuatan finansial malah semakin besar dan sulit diterka sampai batas mana pertarungan itu akan ber/terhenti. Nalar tentu tentu tdk bisa di akal-akali atau di kelabui atas fenomena yg sedang terjadi tsb. Pertanyaan, ada di balik status Gubernur yg nyata-nyata telah kehilangan/terkuiras kekuasaan dan kewibawaannya itu. "Ada gula ,ada semut " mungkin kalimat sederhana tsb bisa membantu kita utk melacak motif di balik pertarung habis-habisan antar figur-figur balon Pilkada tsb.Pengorbanan fikiran, tenaga dan juiga menguras beban finansial yg tdk menyurut tersebut itu membuat kita terus bertanya, "apa yg hendak di kejar/di capai" , betulkah tdk ada siapa di balik siapa terkait tersedianya dana-dana kampanye. Para pengusaha/pemodal tdk kurang gesitnya melihat momen ini sebagai peluang besar untuk memperluas dan menancapkan kukunya mulai dari kabupaten hingga propinsi. Bukan menjadi rahasia lagi kalau di balik semua itu terdapat grand strategy " pengamanan proyek-proyek vital milik para cukong".. Utk memuluskan niat tersebut para pengusaha tdk akan segan-segan membuang dana besar. Praktis semuanya pengusaha ikut secar tdk langsung ikut bertarung di ruang gelap.(hal 1- bersambung....)
Selasa, 20 November 2012
KONTES PILKADA GUBERNUR (ADA SIAPA DI BALIK SIAPA)
Di tengah derasnya arus reformasi dan pelaksanaan otonomi daerah (kabupaten) di Indonesai, membawa dampak pada melemahnya pengaruh pusat atas dominasi para pemimpinan daerah (Bupati dan Wali Kota). Gubernur sebagai wakil pemerintah pusat di daerah ( status-kontroversial) dari hari ke hari semakin tergerus kekuasaan dan kewibawaannya. Apa yg menarik, perebutan kursi orang nomor satu itu (gubernur) tetap tdk surut dan bahkan malah semakin sengit. Segala upaya, tenaga, cara, kekuatan relasi dan tentu kekuatan finansial malah semakin besar dan sulit diterka sampai batas mana pertarungan itu akan ber/terhenti. Nalar tentu tentu tdk bisa di akal-akali atau di kelabui atas fenomena yg sedang terjadi tsb. Pertanyaan, ada di balik status Gubernur yg nyata-nyata telah kehilangan/terkuiras kekuasaan dan kewibawaannya itu. "Ada gula ,ada semut " mungkin kalimat sederhana tsb bisa membantu kita utk melacak motif di balik pertarung habis-habisan antar figur-figur balon Pilkada tsb.Pengorbanan fikiran, tenaga dan juiga menguras beban finansial yg tdk menyurut tersebut itu membuat kita terus bertanya, "apa yg hendak di kejar/di capai" , betulkah tdk ada siapa di balik siapa terkait tersedianya dana-dana kampanye. Para pengusaha/pemodal tdk kurang gesitnya melihat momen ini sebagai peluang besar untuk memperluas dan menancapkan kukunya mulai dari kabupaten hingga propinsi. Bukan menjadi rahasia lagi kalau di balik semua itu terdapat grand strategy " pengamanan proyek-proyek vital milik para cukong".. Utk memuluskan niat tersebut para pengusaha tdk akan segan-segan membuang dana besar. Praktis semuanya pengusaha ikut secar tdk langsung ikut bertarung di ruang gelap.(hal 1- bersambung....)
Di tengah derasnya arus reformasi dan pelaksanaan otonomi daerah (kabupaten) di Indonesai, membawa dampak pada melemahnya pengaruh pusat atas dominasi para pemimpinan daerah (Bupati dan Wali Kota). Gubernur sebagai wakil pemerintah pusat di daerah ( status-kontroversial) dari hari ke hari semakin tergerus kekuasaan dan kewibawaannya. Apa yg menarik, perebutan kursi orang nomor satu itu (gubernur) tetap tdk surut dan bahkan malah semakin sengit. Segala upaya, tenaga, cara, kekuatan relasi dan tentu kekuatan finansial malah semakin besar dan sulit diterka sampai batas mana pertarungan itu akan ber/terhenti. Nalar tentu tentu tdk bisa di akal-akali atau di kelabui atas fenomena yg sedang terjadi tsb. Pertanyaan, ada di balik status Gubernur yg nyata-nyata telah kehilangan/terkuiras kekuasaan dan kewibawaannya itu. "Ada gula ,ada semut " mungkin kalimat sederhana tsb bisa membantu kita utk melacak motif di balik pertarung habis-habisan antar figur-figur balon Pilkada tsb.Pengorbanan fikiran, tenaga dan juiga menguras beban finansial yg tdk menyurut tersebut itu membuat kita terus bertanya, "apa yg hendak di kejar/di capai" , betulkah tdk ada siapa di balik siapa terkait tersedianya dana-dana kampanye. Para pengusaha/pemodal tdk kurang gesitnya melihat momen ini sebagai peluang besar untuk memperluas dan menancapkan kukunya mulai dari kabupaten hingga propinsi. Bukan menjadi rahasia lagi kalau di balik semua itu terdapat grand strategy " pengamanan proyek-proyek vital milik para cukong".. Utk memuluskan niat tersebut para pengusaha tdk akan segan-segan membuang dana besar. Praktis semuanya pengusaha ikut secar tdk langsung ikut bertarung di ruang gelap.(hal 1- bersambung....)
Ketua Hanura NTT: Itu Hanya Isu
POS KUPANG/ALF
Jimmy Sianto, Ketua Partai Hanura NTT
Laporan Wartawan Pos Kupang, Edy Bau
POS KUPANG.COM, KUPANG -- Ketua DPD Partai Hanura NTT, Jimmi W.B. Sianto kepada Pos Kupang melalui layanan Blackberry Messenger (BBM), Senin (19/11/2012) sore menanggapi adanya informasi yang beredar bahwa dirinya selaku Ketua DPD Hanura NTT mendapat penolakan alias Mosi tidak percaya dari pengurus partainya, Sianto membantah keras.
Menurutnya, informasi itu hanya merupakan isu sesat yang sengaja dihembuskan oleh oknum tertentu sehingga tidak perlu ditanggapi.
"Tidak ada itu. Itu hanya isu saja dan kami baru rapat Badan pengurus harian DPD Hanura NTT," jawabnya melalui BBM, Selasa (20/11/2012) sore.
POS KUPANG.COM, KUPANG -- Ketua DPD Partai Hanura NTT, Jimmi W.B. Sianto kepada Pos Kupang melalui layanan Blackberry Messenger (BBM), Senin (19/11/2012) sore menanggapi adanya informasi yang beredar bahwa dirinya selaku Ketua DPD Hanura NTT mendapat penolakan alias Mosi tidak percaya dari pengurus partainya, Sianto membantah keras.
Menurutnya, informasi itu hanya merupakan isu sesat yang sengaja dihembuskan oleh oknum tertentu sehingga tidak perlu ditanggapi.
"Tidak ada itu. Itu hanya isu saja dan kami baru rapat Badan pengurus harian DPD Hanura NTT," jawabnya melalui BBM, Selasa (20/11/2012) sore.
Editor : alfred_dama
Sumber : Pos Kupang
| Rabu, 21 Nov 2012, | 5
Iban: DPP Golkar Tunju Saya |
|
Klaim sosok yang akrab disapa Iban Medah ini karena dirinya memiliki tingkat elektabilitas lebih baik dibanding figur lain yang telah disurvei DPP Partai Golkar, melalui lembaga survei yang ditunjuk partai berlambang pohon beringin itu. Hanya, proses penetapan cagub dan cawagub Partai Golkar ini belum dilakukan. Ada dua alasan penetapan ini ditunda untuk kesekian kalinya, pertama, karena ada anggota tim Pilkada DPP Partai Golkar yang sedang ke luar negeri (LN) sehingga tidak lengkap. Alasan kedua, DPP Golkar membutuhkan tambahan waktu untuk melakukan kajian terhadap hasil survei untuk figur/calon wakil gubernur pendamping calon gubernur nanti. Iban Medah yang dikonfirmasi Fajar Media Center (FMC), tadi malam (20/11), membenarkan bahwa dirinya sudah ditunjuk DPP Golkar untuk menjadi cagub NTT. "Iya memang benar setelah tadi (kemarin, red) saya bertemu unsur DPP, saya ditunjuk menjadi calon dari Golkar, tapi sampai sekarang belum penetapan karena masih menunggu kajian terhadap calon wakil. Jadi masih menunggu satu dua hari lagi," ungkap Iban Medah. Menurut Iban, dirinya disetujui DPP Golkar untuk maju Pilgub NTT karena hasil survei yang dilakukan lembaga survei yang ditunjuk DPP Partai Golkar menempatkan Iban diposisi teratas. Karena itu, Iban masih menunggu jadwal penetapan dari DPP Partai Golkar. "Karena saat ini tim Pemilukada DPP belum lengkap, maka mungkin satu atau dua hari lagi (baru ditetapkan, red), sambil menunggu kajian terhadap (calon) wakil," jelasnya. Terkait cawagub yang akan mendampingi dirinya, Iban menyatakan DPP akan kembali mengambil keputusan berdasarkan hasil survei, sehingga dirinya masih menunggu hasil kajian tersebut. Diantara Alo Liliweri dan Hugo Kalembu, siapakah yang lebih berpeluang? "Saya tidak mau menyebutkan siapa-siapa. Tapi nama-nama itu sudah ada dan akan diputuskan oleh DPP sesuai dengan hasil survei," kata Iban Medah. Iban membantah jika penentuan wakil gubernur yang mendampinginya diserahkan kepada dia untuk menentukan. Dikatakan, penentuan wakil gubernur juga harus mengacu kepada hasil survei. Siapa yang tertinggi maka akan ditetapkan. "Tidak benar itu. Semua berdasarkan hasil survei. Nanti dalam rapat baru kita bisa tau siapa yang tertinggi. Kita pilih yang punya elektabilitas tinggi," kata mantan Bupati Kupang dua periode itu. Terpisah, Korwil NTT, Charles Mesang juga membenarkan bahwa Iban Medah yang direkomendasikan DPP Golkar menjadi cagub NTT. Namun, sampai saat ini DPP belum memutuskan siapa cawagub pendamping Medah. Penetapan wakil masih menunggu tim Pemilukada DPP. "Saat ini ada tim yang masih di luar negeri, ada yang masih di luar daerah dan kita harus menunggu mereka. Satu dua hari lagi sudah bisa. Paling lambat akhir pekan ini," ujar Charles. Menurut dia, penetapan cagub akan dilakukan serentak bersama cawagub dan akan dihadiri semua unsur DPP. "Jadi harus menunggu wakil baru sekalian ditetapkan. Tidak satu-satu, semua serentak," kata anggota Komisi IX DPR RI itu. Charles enggan berkomentar soal peluang dua kandidat pendamping Iban Medah, yakni Hugo Rehi Kalembu dan Alo Liliweri. Menurut dia, DPP dan tim Pemilukada akan mengkaji hasil survei yang telah dilakukan dan pertimbangan-pertimbangan lainnya. "Belum bisa saya omong karena harus dikaji lagi hasil survei. Nanti di rapat baru dibahas hasil survei itu," jelas Charles. Berdasarkan informasi yang dihimpun di DPP Golkar sebelumnya, terkait calon wakil gubernur, figur Alo Liliweri lebih unggul atas kandidat lainnya. Hugo Kalembu hanya unggul di daratan Sumba. Sementara dukungan untuk Alo Liliweri tersebar di hampir semua kabupaten/kota di NTT. Kandidat calon wakil gubernur lain yang mempunyai elektabilitas tinggi adalah Christian Rotok (Bupati Manggarai) yang kini lebih memilih menjadi calon gubernur dari jalur independen menggandeng kader Golkar lainnya, Abraham Paul Liyanto. (sam/fmc/aln) |
Tahapan Pilgub NTT
Net
Ilustrasi
1. Tahapan persiapan : 1 Januari 2012 - 15 Oktober 2012
2. Pelaksanaan :
a). Pemutakhiran data pemilih : Tanggal 3 September 2012 - 14 Maret 2013.
b). Pencalonan : Tanggal 8 November 2012 - 4 Februari 2013
c). Pengadaan dan pendistribusian perlengkapan pemungutan suara: tanggal 1 Desember
2012 - 11 Maret 2013
d). Mengusulkan hari dan tanggal pemunghutan suara kepada mendagri melalui Gubernur; Tanggal 18 Februari 2013 - 15 Maret 2013.
e). Kampanye : Tanggal 24 Februari 2013 - 6 April 2013.
f). Pemungutan dan perhitungan suara :
* Persiapan : tanggal 1 maret 2013 - 17 Maret 2013
* Pelaksanaan : Tanggal 18 Maret 2013 - 27 Maret 2013
* Pelantikan dan pengucapan sumpah dan janji; 16 Juli 2013.
3. Penyelesaian : 28 Maret 2013 - 16 Juli 2013.
* Putaran kedua dijadwalkan tanggal 19 April 2013 - 16 Juli 2013.
GESEKAN DAN TARIK MENARIK DI SEKITAR PILGUB-NTT PERIODE ( 2013-2018)
Peta pertarungan politik di pentas pilgub NTT dari hari- kehari semakin marak. Paling tidak itu terlihat ketikan Golkar sebagai salah satu Partai besar masih belum juga mampu menetapkan calon tetap, siapa yg bakal di usung utk maju bertarung di perhelatan pentas PILGUB-NTT kali ini.Gesekan dan perebutan pengaruh antara kubu Iban Meda dgn Drs. FRITZ DJU BIDA kubu Rotok semakin menajam. Klaim bahwa salah satu pihaklah yg lebih mendapatkan dukungan rakyat masih belum juga usai. Survay publik sebagai syarat utama pencalonan Partai Golkar masih belum memberikan keputusan, siapa yg terpilih dan di usung oleh paratai berbaju kuning ini. Sementara pihak Rotok tetap memasang strategy bermain di dua kaki, karena sejak semula pasangan rotok-Abraham Liyanto juga menyiapkan pintu masuk lain (independen).Sementara di kubu lain perebutan pengaruh di tubuh artai besar (Partai Demokrat ) juga tetap berlangsung sengit antara kubu Benny K Harman dgn rekan sesama partainya Itta Gah. Kubu Esthon -Tallo yg di usung Partai Gerindra dan PDS tampak percaya diri krn minim gesekan walau perebutan pengaruh sang wagub dgn gubernur (Frans Leburaya) ini sesungguhnya secara diam-diam terus saja berlangsung. PDIP konon walau tampak telah aman tetap saja masih terus bergerilya merebuit pengaruh partai-partai PPP,PKB dan PKS plus Hanura (partai berhaluan Islam kecuali Hanura). Pergerakan PDIP ini akan meringankan beban Kubu Benny K Harman dlm usaha merebut pengaruh DDP PD .Di luar persaingan antara calon-calon dari partai-partai yg memiliki kursi tersebut, partai-parati NON SIT juga tdk kalag gesit. Partai non sit dengan sigab membentuk koalisi BHINEKA utk mengusung calon mereka sendiri..Partai NON SIT ini yg berjumlah 19 partai dgn akumulasi 22,8 persen suara ini bagaimanapun adalah kuda hitam yg sewaktu-waktu mencuri peluang> Kabar terakhir dari dari sekian banyak peminat yg mengambil formulir ,hanya tiga yg mengembalikan formulir isian dan terakhir tinggal kubu Benny Bosu dan kubu FRITZ-USMAN (FIRDAUS) yg dinyatakan telah resmi mendaftar. Persaingan antara Kubu Bosu dgn kubu FIRDAUS masih terus berlangsung. Masih ada beberapa tahab (FIT and PHROPER). Na/mun berdasarkan isu yg santer di dengar, kubu FIRDAUS lebih besar peluangnya.Pengalaman Fritz Dju Bida ketika menjadi Wakil Bupati Kupang dan kemampuan menguasai masalah lokal menjadi modal kuat ketika harus menggandeng calon wakilnya yg terbilang seorang bankir senior (Usman Gumanti,SE). Paduan antara figur yg berpengalaman di bidang operasional birokrasi dgn ekonom (bankir) mereka klaim sebagi paduan yg saling mengisi da menjadi modal kuat memecah kebuntuan pembangnan di NTT. Fritz yg merupakan putra Sabu ini tampak sudah banyak makan asam garam politik lokal NTT sementara Usaman yg akrab di sapa Jhony lebih banyak fokus ketika membicarakan bagaomana agar investasi dapat mendarat di NTT. Bankir senior yg bertempat tinggal di Jakarta ini adalah juga putra NTT asli. Lahir di Sumba, kecil di Pulau Timor. Putra salah satu pemuka Muslim NTT dan Polisi ini tampak sekali lebih tenang menyikapi peta persaingan di pilgub kali ini. Usman Gumantik yg adalah keluarga besar Baranuri asli Ende ini tdk menjanjikan apa-apa selain kerja keras. Statemennya yg menyatakan ' kami maju bukan utk mengalahkan atau memenangkan siapa-siapa, kami maju krn telah siap memikul beban yg selama ini di biarkan oleh para pememimpin sebelumnya'. Dua pasangan ini mengajak rakyat utk bersatu, menyatukan tekad utk sesegeramungik mengejar ketertinggalan NTT..(oleh : Max Umbu)
![]() |
| Drs. Fritz Dju Bida |
![]() |
| Usman Gumantik,SE |
Peta pertarungan politik di pentas pilgub NTT dari hari- kehari semakin marak. Paling tidak itu terlihat ketikan Golkar sebagai salah satu Partai besar masih belum juga mampu menetapkan calon tetap, siapa yg bakal di usung utk maju bertarung di perhelatan pentas PILGUB-NTT kali ini.Gesekan dan perebutan pengaruh antara kubu Iban Meda dgn Drs. FRITZ DJU BIDA kubu Rotok semakin menajam. Klaim bahwa salah satu pihaklah yg lebih mendapatkan dukungan rakyat masih belum juga usai. Survay publik sebagai syarat utama pencalonan Partai Golkar masih belum memberikan keputusan, siapa yg terpilih dan di usung oleh paratai berbaju kuning ini. Sementara pihak Rotok tetap memasang strategy bermain di dua kaki, karena sejak semula pasangan rotok-Abraham Liyanto juga menyiapkan pintu masuk lain (independen).Sementara di kubu lain perebutan pengaruh di tubuh artai besar (Partai Demokrat ) juga tetap berlangsung sengit antara kubu Benny K Harman dgn rekan sesama partainya Itta Gah. Kubu Esthon -Tallo yg di usung Partai Gerindra dan PDS tampak percaya diri krn minim gesekan walau perebutan pengaruh sang wagub dgn gubernur (Frans Leburaya) ini sesungguhnya secara diam-diam terus saja berlangsung. PDIP konon walau tampak telah aman tetap saja masih terus bergerilya merebuit pengaruh partai-partai PPP,PKB dan PKS plus Hanura (partai berhaluan Islam kecuali Hanura). Pergerakan PDIP ini akan meringankan beban Kubu Benny K Harman dlm usaha merebut pengaruh DDP PD .Di luar persaingan antara calon-calon dari partai-partai yg memiliki kursi tersebut, partai-parati NON SIT juga tdk kalag gesit. Partai non sit dengan sigab membentuk koalisi BHINEKA utk mengusung calon mereka sendiri..Partai NON SIT ini yg berjumlah 19 partai dgn akumulasi 22,8 persen suara ini bagaimanapun adalah kuda hitam yg sewaktu-waktu mencuri peluang> Kabar terakhir dari dari sekian banyak peminat yg mengambil formulir ,hanya tiga yg mengembalikan formulir isian dan terakhir tinggal kubu Benny Bosu dan kubu FRITZ-USMAN (FIRDAUS) yg dinyatakan telah resmi mendaftar. Persaingan antara Kubu Bosu dgn kubu FIRDAUS masih terus berlangsung. Masih ada beberapa tahab (FIT and PHROPER). Na/mun berdasarkan isu yg santer di dengar, kubu FIRDAUS lebih besar peluangnya.Pengalaman Fritz Dju Bida ketika menjadi Wakil Bupati Kupang dan kemampuan menguasai masalah lokal menjadi modal kuat ketika harus menggandeng calon wakilnya yg terbilang seorang bankir senior (Usman Gumanti,SE). Paduan antara figur yg berpengalaman di bidang operasional birokrasi dgn ekonom (bankir) mereka klaim sebagi paduan yg saling mengisi da menjadi modal kuat memecah kebuntuan pembangnan di NTT. Fritz yg merupakan putra Sabu ini tampak sudah banyak makan asam garam politik lokal NTT sementara Usaman yg akrab di sapa Jhony lebih banyak fokus ketika membicarakan bagaomana agar investasi dapat mendarat di NTT. Bankir senior yg bertempat tinggal di Jakarta ini adalah juga putra NTT asli. Lahir di Sumba, kecil di Pulau Timor. Putra salah satu pemuka Muslim NTT dan Polisi ini tampak sekali lebih tenang menyikapi peta persaingan di pilgub kali ini. Usman Gumantik yg adalah keluarga besar Baranuri asli Ende ini tdk menjanjikan apa-apa selain kerja keras. Statemennya yg menyatakan ' kami maju bukan utk mengalahkan atau memenangkan siapa-siapa, kami maju krn telah siap memikul beban yg selama ini di biarkan oleh para pememimpin sebelumnya'. Dua pasangan ini mengajak rakyat utk bersatu, menyatukan tekad utk sesegeramungik mengejar ketertinggalan NTT..(oleh : Max Umbu)
| Selasa, 16 Oct 2012, | 403
Tahapan Pilgub NTT Resmi Dimulai Pilgub NTT Jangan Asal Jadi |
|
Peringatan ini dilecutkan Ketua KPU Pusat Husni Kamil Manik pada peluncuran tahapan program dan jadwal penyelenggaraan pemilihan umum Gubernur dan Wakil Gubernur NTT tahun 2013, Senin (15/10) di Aula Eltari Kupang. "KPU NTT jangan hanya pikir selesaikan tanggung jawab saja. Tetapi harus lebih baik. Saya harap KPU NTT harus tekad agar Pilgub NTT bisa berhasil dan dilaksanakan secara damai dan hasilkan pemimpin yang berkualltas. Tidak hanya asal jadi saja," pinta Husni. Husni juga mengingatkan agar penyelenggara sedapat mungkin menekan terjadinya persoalan yang bisa berbuntut pada masalah hukum. Karena menurutnya hal itu hanya akan memperpanjang masalah hingga sampai di Jakarta. Akibatnya, pelaksanaan Pilkada bisa terhambat. "Jangan penetapan pemenangnya nanti dilakukan di Jakarta karena terjadi masalah dan diputuskan di Jakarta. Yang tetapkan pemenang harus KPU di daerah sendiri," kata Husni. Untuk mewujudkan hal ini, kata Husni, carannya adalah dengan membangun komitmen bersama antara penyelenggara yakni KPU, pengawas (Bawaslu) dan peserta yakni partai politik. Komitmen bersama ini, lanjut Husni, harus dilandasi semangat yang sama untuk menyukseskan Pilkada. "Sehingga sejak dilantik April 2012, kami minta semua daerah untuk profesional dan komit dengan membuat pakta integritas. Harus kerja profesional dan netral," kata Husni. Dirinya juga mengharapkan Provinsi NTT harus menjadi contoh keberagaman dalam pelaksanaan Pilkada. Dia mengatakan, NTT sangat beragam namun sangat rukun sehingga itu pun harus terwujud dalam Pilgub NTT tahun depan. Senada dengan dia, Gubernur NTT, Frans Lebu Raya mengharapkan penyelenggara Pilgub NTT yakni KPU NTT untuk lebih menjamin proses Pilgub berjalan dengan aman dan nyaman yang memberi ruang bagi semua masyarakat untuk terlibat. "Saya harap KPU NTT juga konsisten dengan jadwal yang ada sehingga pelaksanaan Pilgub NTT benar-benar dilaksanakan dengan lancar dan aman," kata Frans Lebu Raya. Ia juga mengharapkan dukungan partai politik untuk menyukseskan Pilhub NTT ini. "Sebagai pembina partai politik di daerah saya harap parpol siap diri secara baik. Sesuaikan proses internal partai dengan tahapan yang ada," ujarnya. Parpol juga diminta untuk membangun komunikasi yang baik dengan KPU. Ia kembali mengingatkan persoalan krusial dalam hal ini data pemilih harus benar-benar diperhatikan. Sehingga dirinya KPU NTT melakukan verifikasi data pemilih dengan mengikuti aturan yang ada. "Data pemilih pemerintah sudah serahkan ke KPU NTT 1 Oktober 2012. Sehingga kita harap verifikasi data pemilih ini dilakukan secara baik sampai di pemilih masing-masing," katanya. Pada kesempatan itu, Frans Lebu Raya yang akan kembali maju pada Pilgub 2013 berpasangan dengan Benny Litelnoni berharap semua elemen masyarakat di NTT untuk saling dukung dan bersinergi untuk menyukseskan Pilgub NTT. "Komitmen untuk membangun NTT tidak boleh berbeda. Saling dukung dan bersinergi untuk sukseskan Pilgub aman, nyaman sehingga bisa jadi contoh bagi daerah lain," imbuhnya. Dia juga mengatakan, Pilgub hanya sebuah jalan dari sekian banyak jalan untuk membangun daerah. "Kita semua anak Flobamora. Pilihan boleh beda tetapi kita tetap bersaudara," katanya. Untuk diketahui, Pilgub NTT akan dilaksanakan bersamaan dengan Pemilukada Sikka pada Arpil 2013 mendatang dengan anggaran senilai Rp 146 miliar lebih untuk dua putaran dengan jumlah pemilih 3.555.182 orang yang tersebar di 21 kabupaten/kota. (ito/vit) |
Selasa, 12 Mei 2009
LAUT SAWU (SABU) SEBAGAI KAWASAN PERAIRAN KONSERVASI
LAUT SAWU (SABU) SEBAGAI KAWASAN PERAIRAN KONSERVASI
Pada mulanya alam raya ini gelap gulita dan ditutupi Samudra raya, kosong (takbermakna/tak berarti/belum berguna dan tak bias membawa manfaat apapun). Kisah penciptaan yang sesungguhnya adalah FASE/TAHAB penciptaan (karena 2 benda penerang di ciptakan ALLAH baru pada hari/tahab selanjutnya).
Setelah adanya matahari/benda penerang maka mulailah sejarah KEHIDUPAN/peradaban maklukh hidup di mulai. Kolam raksasa di bumi yang di dominasi NATRIUM (Na+) seakan suatu keabadian,dan dianggap masih sekedar TAMBANG RAKSASA yang dikeduk tanpa batas kuantitas dan waktu. Manusia memasang tirai pemisah/memisahkan dirinya dengan laut, tirai penghubung KAUSALITAS manusia dan laut belum diberimakna serius. Bagaimana laut berperan/andil besar dalam mempertahankan nafas bumi yang sekarat takdihiraukan manusia/ Manusia yakin kalau laut itu mampu menyembuhkan dirinya sendiri. MAsuknya manusia kea bad /peradaban baru berkat teknologi tampak lambat menyadari kalau laut sesungguhnya suatu “KOLAM DINAMIKA RAKSASA” yang selalu mencari dan menemukan keseimbangan. Ketimpangan hubungan manusia dengan laut berdampak pada alam secara keseluruhan. Kisah penciptaan langit dan bumi memperingatkan kita (tertulis) Allah memisahkan air dari air. Air membentuk CAKRAWALA/LANGIT. Dan baru ketika Matahari dan benda penerang lainnya di ciptakan timbulnya evaporasi yang HANYA mampu membentuk AWAN (letaknya di bawah stratosfer dan ionosfer). Lapisan-lapisan ini membentuk dan berfungsi sebagai SELIMUT RAKSASA yang setiap saat akan dapat TERKOYAK karena prilaku /cara hidup masusia. Bocornya/terkoyaknya lapisan ionosfer sudah menjadi CELAH masuknya sinar PEMUSNAH MASSAL di bumi. Peradaban manusia yang saat ini di topang oleh kehidupan berbagai biota laut dan makluk hidup di darat dan udara akan menemui ajalnya lebih cepat dari waktu yang mampu di prediksi manusia. Bagai mana peranan laut terhadap iklim dan cuaca masih dianggap angina lalu oleh sebagian orang dan bahkan oleh mereka-merqaka yang faham ilmu/pengetahuan hari penciptaan.
Satu pertanyaan yang dapat saya kemukan disini :
MANUSIA ITU MILIK BUMI ataukah BUMI MILIK MANUSIA ….
Hubungan KAUSALITAS, EFEK DUPLIKASI serta Efek BERANTAI sedang terganggu dan di ganggu. Jaring-jaring kehidupan dan rantai makanan yang menghiasi dinamika kehidupan di laut ,darat dan udara suatu saat akan menyadarkan manusia untuk tidak pongah dan rakus mengeksploitasi. Apakah dunia sedang menuju pada titik equiklibrium atau malah sebaliknya??, Dan resiko-resiko apa yang akan menemani dinamika /perubahan ini ??? kan menjadi sesuatu yang sulit dilihat dan di jamah tapi sungguh terasa dan semakin terasa dari hari kehari. Yakinkah anda kalau anda saat ini (si pengendara Planet bumi) sedang mengendarai pesawat ruang angkasa raksasa (planet bumi) yang kebentar lagi akan KEHABISAN BAHAN BAKAR (energi) demi mempertahankan keseimbangannya ?? Yakinkah anda kalau pewat ini sedang berusaha keluar dari jalur orbit karena kehilangan tenaga dan kendali???. Kalau anda yakin maka jalan dan cara terbaik mempernaiki hal ini , MULAILAH DARI LAUT. Yah dari LAUT .
Sadarlah kalau Laut TIDAK DAPAT BERBUAT APA_APA,tetapi manusialah yang harus mengambil prakarsa agar laut bukannya menjadi beban tetapi akan menajdi potensi bagi msusia. Kita tidak bias lagi MENGUNMPAN KESEJAHTERAAN dengan DEMISKINAN.
Dan tidak akan mampu kita terus menggendong kem,iskinan,memangku harga diri dan hanya menjunjung selera tanpa harus teposeliro dengan alam (laut). Harapan kita agar laut tidak DIKURUNG TERKURUNG PELUANG tapi baimana lebih jauh PELUANG DAPAT MENGUKUR LAUT.
Ide-ide besar dibutuhkan dan ide-ide besar lahir dari ide-ide kecil.
“ IDE YANG HANYA TINGGAL DIAM DALAM KEPALA maka dapat dipastikan IDE ITU TIDAK AKAN LEBIH BESAR DARI KEPALA ITU SENDIRI” tetapi bila IDE ITU KELUAR darti kepala (aplikatif) maka dapat dipastikan IDE itu akan JAUHH lebih BESAR DARI KEPALA ITU”(MAX UMBU)
Akhirnya kita boleh berharap TERUMBU karang boleh bertumbuh dan bertambah-tambah dan akhirnya nasib manusia pun akan BERTUMBUH KE DALAM dan BERTAMBAH KE ATAS dan disampinyanya akan bertambah-tambah.
Laut membutuhkan ide brilliant anda ,marilah MENGHADAP KELAUT dan anda membelakanginya karena kesejahteraan dating dari laut.
Oleh
MAX UMBU
(Menyambut WOC.Manado)
Pada mulanya alam raya ini gelap gulita dan ditutupi Samudra raya, kosong (takbermakna/tak berarti/belum berguna dan tak bias membawa manfaat apapun). Kisah penciptaan yang sesungguhnya adalah FASE/TAHAB penciptaan (karena 2 benda penerang di ciptakan ALLAH baru pada hari/tahab selanjutnya).
Setelah adanya matahari/benda penerang maka mulailah sejarah KEHIDUPAN/peradaban maklukh hidup di mulai. Kolam raksasa di bumi yang di dominasi NATRIUM (Na+) seakan suatu keabadian,dan dianggap masih sekedar TAMBANG RAKSASA yang dikeduk tanpa batas kuantitas dan waktu. Manusia memasang tirai pemisah/memisahkan dirinya dengan laut, tirai penghubung KAUSALITAS manusia dan laut belum diberimakna serius. Bagaimana laut berperan/andil besar dalam mempertahankan nafas bumi yang sekarat takdihiraukan manusia/ Manusia yakin kalau laut itu mampu menyembuhkan dirinya sendiri. MAsuknya manusia kea bad /peradaban baru berkat teknologi tampak lambat menyadari kalau laut sesungguhnya suatu “KOLAM DINAMIKA RAKSASA” yang selalu mencari dan menemukan keseimbangan. Ketimpangan hubungan manusia dengan laut berdampak pada alam secara keseluruhan. Kisah penciptaan langit dan bumi memperingatkan kita (tertulis) Allah memisahkan air dari air. Air membentuk CAKRAWALA/LANGIT. Dan baru ketika Matahari dan benda penerang lainnya di ciptakan timbulnya evaporasi yang HANYA mampu membentuk AWAN (letaknya di bawah stratosfer dan ionosfer). Lapisan-lapisan ini membentuk dan berfungsi sebagai SELIMUT RAKSASA yang setiap saat akan dapat TERKOYAK karena prilaku /cara hidup masusia. Bocornya/terkoyaknya lapisan ionosfer sudah menjadi CELAH masuknya sinar PEMUSNAH MASSAL di bumi. Peradaban manusia yang saat ini di topang oleh kehidupan berbagai biota laut dan makluk hidup di darat dan udara akan menemui ajalnya lebih cepat dari waktu yang mampu di prediksi manusia. Bagai mana peranan laut terhadap iklim dan cuaca masih dianggap angina lalu oleh sebagian orang dan bahkan oleh mereka-merqaka yang faham ilmu/pengetahuan hari penciptaan.
Satu pertanyaan yang dapat saya kemukan disini :
MANUSIA ITU MILIK BUMI ataukah BUMI MILIK MANUSIA ….
Hubungan KAUSALITAS, EFEK DUPLIKASI serta Efek BERANTAI sedang terganggu dan di ganggu. Jaring-jaring kehidupan dan rantai makanan yang menghiasi dinamika kehidupan di laut ,darat dan udara suatu saat akan menyadarkan manusia untuk tidak pongah dan rakus mengeksploitasi. Apakah dunia sedang menuju pada titik equiklibrium atau malah sebaliknya??, Dan resiko-resiko apa yang akan menemani dinamika /perubahan ini ??? kan menjadi sesuatu yang sulit dilihat dan di jamah tapi sungguh terasa dan semakin terasa dari hari kehari. Yakinkah anda kalau anda saat ini (si pengendara Planet bumi) sedang mengendarai pesawat ruang angkasa raksasa (planet bumi) yang kebentar lagi akan KEHABISAN BAHAN BAKAR (energi) demi mempertahankan keseimbangannya ?? Yakinkah anda kalau pewat ini sedang berusaha keluar dari jalur orbit karena kehilangan tenaga dan kendali???. Kalau anda yakin maka jalan dan cara terbaik mempernaiki hal ini , MULAILAH DARI LAUT. Yah dari LAUT .
Sadarlah kalau Laut TIDAK DAPAT BERBUAT APA_APA,tetapi manusialah yang harus mengambil prakarsa agar laut bukannya menjadi beban tetapi akan menajdi potensi bagi msusia. Kita tidak bias lagi MENGUNMPAN KESEJAHTERAAN dengan DEMISKINAN.
Dan tidak akan mampu kita terus menggendong kem,iskinan,memangku harga diri dan hanya menjunjung selera tanpa harus teposeliro dengan alam (laut). Harapan kita agar laut tidak DIKURUNG TERKURUNG PELUANG tapi baimana lebih jauh PELUANG DAPAT MENGUKUR LAUT.
Ide-ide besar dibutuhkan dan ide-ide besar lahir dari ide-ide kecil.
“ IDE YANG HANYA TINGGAL DIAM DALAM KEPALA maka dapat dipastikan IDE ITU TIDAK AKAN LEBIH BESAR DARI KEPALA ITU SENDIRI” tetapi bila IDE ITU KELUAR darti kepala (aplikatif) maka dapat dipastikan IDE itu akan JAUHH lebih BESAR DARI KEPALA ITU”(MAX UMBU)
Akhirnya kita boleh berharap TERUMBU karang boleh bertumbuh dan bertambah-tambah dan akhirnya nasib manusia pun akan BERTUMBUH KE DALAM dan BERTAMBAH KE ATAS dan disampinyanya akan bertambah-tambah.
Laut membutuhkan ide brilliant anda ,marilah MENGHADAP KELAUT dan anda membelakanginya karena kesejahteraan dating dari laut.
Oleh
MAX UMBU
(Menyambut WOC.Manado)
Langganan:
Postingan (Atom)


